Eco-Teologi: Mewujudkan Green Campus dan Eco-Pesantren

Judul: Eco-Teologi: Mewujudkan Green Campus dan Eco-Pesantren

Penulis: Ilfi Nur Diana, dkk

Editor: Segaf & Muh. Yunus

Desain Cover &  Lay Out: Angga Wijanarko

Ukuran: 15,5 x 23 cm

Jumlah halaman: 170 halaman

Penerbit: Deazha Prima Nusantara

ISBN: 978-623-88911-3-9

Buku Eco-Teologi ini disusun sebagai pedoman untuk mewujudkan pesantren dan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI)yang ramah lingkungan. Mengapa pesantren dan PTKI? Karena keduanya merupakan lembaga pendidikan yang berbasis agama Islam.  PTKI mengembangkan model pembelajaran dengan mengintegrasikan sains dan Islam. Begitu pula pesantren, tidak saja mengajarkan ilmu pengetahuan semata, tetapi juga berperan dalam membentuk sikap, perilaku dan karakter atau akhlak yang sesuai dengan ajaran Islam. Akhlak merupakan hal penting yang diajarkan di pesantren, baik akhlak kepada sang pencipta, sesama manusia dan juga alam. Islam melalui al-Qur’an maupun Hadits mengajarkan bagaimana beretika pada alam dan lingkungan. Inilah pentingnya pendekatan eco-teologi di pesantren. Pendidikan yang diterima santri di pesantren terkait hal tersebut tentu semakin terinternalisasi dalam diri dan terimplementasi dalam keseharian, mana kala santri yang meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi Islam juga memperoleh pendidikan sama dan berada di lingkungan kampus yang memperhatikan praktik eco-teologi dengan baik.

Buku ini diawali dengan bab yang menjelaskan tentang eco-teologi dan permasalahannya, prinsip-prinsip dasar eco-teologi Islam, yang mana Al-Qur’an dan Hadits telah membahas tentang penciptaan alam, yang bertujuan untuk kemaslahatan manusia, juga tentang tugas manusia sebagai khalifah yang harus menjaga bumi, sebab Allah dengan tegas melarang manusia merusak alam dan lingkungan.

Selanjutnya, buku ini membahas tentang model gerakan eco-pesantren, serta peran kiyai dalam membentuk perilaku ramah lingkungan bagi para santrinya. Selain itu, buku ini juga membahas tentang model pengembangan eco-teologi di PTKI dengan menginsersi konsep eco-teologi dalam kurikulum dan aktivitas belajar mengajar serta riset dan pengabdian masyarakat. Apa yang dilakukan kampus adalah lanjutan gerakan eco-pesantren, sehingga realisasi green campus sebagai wujud eco-teologi untuk masa depan pendidikan berkelanjutan harus menjadi concern pemangku kebijakan di kampus Islam. Gerakan eco-pesantren serta realisasi green campus merupakan perwujudan dari konsep rahmatan lil’alamin, dan dapat berdampak pada capaian SDGs, asta cita serta program prioritas pemerintah. Oleh sebab itu dibutuhkan keterlibatan dan kolaborasi semua pihak melalui strategi pentahelix (akademisi, pelaku usaha, pemerintah, komunitas atau masyarakat dan media) dalam menyukseskan misi jangka panjang ini. Buku ini juga membahas beberapa model pengembangan pengelolaan sumberdaya alam yang dapat diadopsi imlementasinya oleh pesantren dan perguruan tinggi Islam.