Perempuan Menembus Parlemen: Strategi Pemenangan di Pemilu Legislatif

Judul: Perempuan Menembus Parlemen: Strategi Pemenangan di Pemilu Legislatif

Penulis: Atika Candra Larasati

Editor: Lionita Nidia Anavi

Desain Cover &  Lay Out: Angga Wijanarko

Ukuran: 15,5 x 23 cm

Jumlah halaman: 135 halaman

Penerbit: Deazha Prima Nusantara

ISBN: Dalam Proses

 

Judul: Perempuan Menembus Parlemen: Strategi Pemenangan di Pemilu Legislatif

Penulis: Atika Candra Larasati

Editor: Lionita Nidia Anavi

Desain Cover &  Lay Out: Angga Wijanarko

Ukuran: 14,8 x 21 cm

Jumlah halaman: 135 halaman

Penerbit: Deazha Prima Nusantara

ISBN: 978-623-88911-4-6

 

Penulisan buku berangkat dari keresahan sekaligus optimisme tentang jumlah keterwakilan perempuan legislatif di Indonesia. Topik berkaitan dengan rendahnya keterwakilan perempuan dalam parlemen di Indonesia acapkali menyorot pada masalah ketidaksetaraan gender serta rendahnya literasi politik perempuan. Pertanyaan mendasar, benarkah hal itu yang menjadi isu esensial? Ihwal ketidaksetaraan gender di Indonesia, tidak selalu dapat dikaitkan dengan sistem patriarki. Nyatanya, sejarah Indonesia membuktikan bahwa banyak tokoh seperti Ken Dedes dan Dyah Ayu Dewi Proboretno yang dikenal tidak hanya kecantikannya melainkan pengaruhnya sebagai figur utama dalam kerajaan di tanah Jawa. Jika pada masa kegemilangan Majapahit, ada sosok perempuan yang mampu menapal batas, maka pada zaman sekarang seharusnya dogma ketidaksetaraan gender sudah tidak lagi berlaku.

Dalam konteks demokrasi yang semakin berkembang, keterwakilan perempuan dalam politik masih menjadi isu yang sangat penting dan mendesak. Masyarakat seringkali mengira bahwa dengan mencoba menapal batas ketidaksetaraan gender dan memberikan akses literasi politik kepada perempuan, maka masalah akan selesai. Namun, pertanyaan yang lebih mendasar adalah: mengapa keterwakilan perempuan dalam politik masih menjadi isu yang belum terselesaikan? Apakah karena kurangnya kesadaran dan partisipasi politik perempuan, atau karena adanya struktur dan sistem yang tidak mendukung keterlibatan perempuan dalam politik?.

Buku ini mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menganalisis teori motivasi oleh Max Weber dan konsep modalitas politik oleh Pierre Bourdieu. Dengan demikian, buku ini tidak hanya membahas tentang teori dan konsep, tetapi juga menyajikan contoh-contoh nyata dari kisah legislator perempuan yang dapat menjadi inspirasi bagi perempuan lain yang ingin terjun dalam politik.

Meski demikian, buku ini tidak hanya memaparkan kondisi keterwakilan politik perempuan di Malang Raya secara garis besar. Namun juga menggali hal-hal apa yang melatarbelakangi minat perempuan dalam partisipasi politik, sekaligus bagaimana strategi yang dapat diterapkan. Oleh karena itu, buku ini mengajak pembaca untuk menyelami teori motivasi dan modalitas politik yang memengaruhi keterlibatan perempuan dalam politik. Buku ini juga menyajikan strategi-strategi yang dapat diadopsi oleh perempuan calon legislator untuk memenangi Pemilu Legislatif di kemudian hari.