Judul: Melindungi Senyum Anak: Strategi Cegah Bullying Sejak Dini
Penulis: Dr. Eny Nur Aisyah, S.Pd.I, M.Pd, Prof. Dr. Harun, Prof. Dr. Arif Rohman, M.Si, Prof. Dr. Hardika, M.Pd
Editor: Dewi Yuhana, S.Psi
Desain Cover, Lay Out & Ilustrasi: Angga Wijanarko
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Jumlah halaman: 212 halaman
Penerbit: Deazha Prima Nusantara
ISBN: dalam proses
Kasus bullying (perundungan) yang selalu ada setiap tahun, dengan angka yang tidak pernah turun, menjadi masalah yang harus diselesaikan bersama. Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bertugas untuk mencerdaskan generasi muda bangsa, harus serius memasukkan materi anti-perundungan untuk para siswa. Bahkan, bila itu adalah sekolah untuk anak usia dini.
Semakin awal anak mendapatkan bekal dan pemahaman tentang anti-perundungan, mereka akan lebih terbuka dengan perbedaan, mampu menghargai siapapun dengan latar belakang berbeda, dan tidak akan menjadi pelaku bullying. Saat menyaksikan perundungan, mereka tidak diam. Tapi akan melerai, atau jika tidak mampu, akan meminta pertolongan kepada orang dewasa, guru, atau orang tua.
Buku Melindungi Senyum Anak: Strategi Cegah Bullying Sejak Dini tidak sekadar menyajikan pemahaman tentang bullying, tapi juga menghadirkan strategi pencegahan bullying yang harus dilakukan oleh sekolah, guru, dan orang tua. Misalnya, bagaimana sekolah harus menyiapkan seluruh guru untuk memahami tentang perundungan, dan bagaimana harus bersikap bila hal itu terjadi di antara anak didiknya. Poin-poin SOP apa saja yang diterapkan di sekolah, yang dapat dipahami oleh anak usia dini, sehingga dapat mencegah terjadinya bullying.
Bagi orang tua, buku ini juga menyajikan apa saja yang dapat mereka lakukan dalam mendidik anak supaya menjauhi perundungan. Mengajak orang tua agar tidak semata memberi nasihat, tapi juga menjadi teladan terbaik bagi anak-anak mereka.
Pada akhirnya, mencegah perundungan merupakan kerja bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak. Demi menjaga senyum anak Indonesia, serta menghadirkan lingkungan yang aman dan nyaman untuk masa depan mereka.